Tampilkan postingan dengan label peranap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peranap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2016

Sipasan jungkal Rengas Sakti

Jumat, 06 Mei 2016 0

Menjadi satu-satunya perahu dari Indragiri Hulu dalam Festival Jalur Pangean, Kuantan Singingi 5-7 Mei 2015 Rengas Sakti dari Napal Semelinang Tebing Peranap mendapatkan potensi dukungan suporter yang melimpah. Tetapi, harapan tersebut kandas. Rengas Sakti terjungkal oleh Sipasan, perahu andalan tuan rumah.

Read More..

Jumat, 11 Maret 2016

Perbandingan Jalan Peranap Tebo–Peranap Muara Bungo via Pasir Mayang dengan via Kiliran Jao

Jumat, 11 Maret 2016 0

Masyarakat Peranap yang ingin ke Jambi dapat menempuh dua jalur yakni via Pasir Mayang dan via Kiliran Jao. Jalan Peranap Pasir Mayang merupakan jalan eks PT. IFA yang merupakan jalan tanah sehingga hanya dapat ditempuh sepeda motor kalau kondisi tidak hujan. Untuk menyeberangi Batang Tebo, sudah ada Jembatan Tebo II di Serai Serumpun Kabupaten Tebo Jambi. Oleh karenanya, masyarakat harus melewati Kiliran Jao yang jalannya lebih bagus dengan waktu tempuh sekitar 6 jam ke Muara Bungo.

Read More..

Sabtu, 28 Juni 2014

Rakaat Tarawih yang umum di Peranap 23 rakaat

Sabtu, 28 Juni 2014 0

Sebenarnya shalat tarawih hanya merupakan shalat sunnat. Oleh karenanya, isu mengenai shalat tarawih seharusnya tidak esensial, apalagi sebagai pengganti shalat malam, shalat tarawih sebenarnya dapat dilakukan sesuai kemampuan. Bahkan, ada ahli yang menyebutkan bahwa shalat tarawih justeru lebih afdal dilakukan sendirian daripada berjamaah. Berjamaah menurut riwayat, merupakan teladan dari Saidina Umar r.a. Bagaimana jumlah rakaat tarawih di Peranap?

Read More..

Masyarakat Peranap mulai tarawih

Ada tiga opsi memulai puasa tahun ini. Bagi pengikut Naqsabandiyah dan An-Nadzir, malam ini merupakan tarawih ke-3. Bagi Muhammadiyah, malam ini merupakan tarawih ke-2. Dan bagi pemerintah, ini adalah tarawih pertama. Bagaimana dengan masyarakat Peranap?

Read More..

Minggu, 15 Juni 2014

Kampung Tongah muncul di situs kemdikbud

Minggu, 15 Juni 2014 0

Banyak yang sudah tidak peduli dengan cerita dan sejarah, karena menurut orang zaman sekarang “sejarah dan cerita” tersebut “dak mandatang’an bogheh”. Barulah, kalau ada sengketa tanah atau wilaya, sejarah dan tombo baru diungkit.

Read More..

Sabtu, 23 November 2013

Semelinang Babu Kering Kerontang

Sabtu, 23 November 2013 0

Semelinang Babu adalah kampung tua yang menjadi asal usul warga Desa Semelinang Darat Kecamatan Peranap. Tetapi, kampung tua ini telah lama ditinggalkan hingga menjadi hutan. Yang tersisa hanyalah kuburan dan bekas-bekas tonggak perumahan dalam ingatan.

Read More..

Selasa, 20 Agustus 2013

PLN Peranap rusuh

Selasa, 20 Agustus 2013 0

Di antara penyebab kerusakan alat-alat rumah tangga elektronik adalah PLN. Pengguna komputer misalnya. Ketika sedang mencetak atau membuka aplikasi office yang sangat berhubungan dengan printer, tiba-tiba PLN mati mendadak. Ini dapat menyebabkan program office dan driver printer error sehingga kinerja komputer menjadi melambat. Syukur-syukur, disk dan hardware lainnya tidak bermasalah.

Read More..

Selasa, 25 Januari 2011

Peranap di Twitter

Selasa, 25 Januari 2011 0
Sebenarnya ini sudah terlambat, tetapi kalau ada ingin mendengar kicauan tentang peranap di twitter, sekarang sudah ada twitter peranap. Silakan follow, kalau berminat. Terima kasih. Read More..

Rabu, 13 Oktober 2010

Dongeng asal usul buah badaro di Peranap

Rabu, 13 Oktober 2010 0
Tahukah anda buah bidaro? Buah bidaro adalah sejenis lengkeng kecil yang hanya terdapat di Peranap dan sekitarnya, yakni dari muara Batang Peranap hingga perbatasan bagian hilir Kecamatan Kelayang dan Rakit Kulim. Pernah dicoba ditanam ditempat lain seperti Rengat dan Pekanbaru, tetapi hanya tumbuh, tidak mau berbuah. Read More..

Sabtu, 09 Oktober 2010

Asal Usul Nama Peranap

Sabtu, 09 Oktober 2010 1
Pada zaman dahulu, nenek moyang Peranap tiba di Peranap menjumpai tanah rawa yang sulit dihuni oleh manusia. Oleh karenanya, mereka berdoa kepada dewata agar rawa tersebut dikeringkan. Ternyata, doa mereka dikabulkan.


Atas berkah yang diterima tersebut, mereka ingin mengadakan syukuran. Namun karena mereka baru mau menetap, mereka tidak memiliki apa pun untuk dipakai dalam kenduri. Bahkan, mereka pun tidak mempunyai piring untuk tempat makanan. Sementara itu, di tanah yang baru, belum ada tumbuh pohon apa pun yang bisa dijadikan untuk makanan, kecuali buah pauh, yang umumnya di mana-mana agak sedikit masam.

Lalu bermohonlah sekali lagi mereka kepada Tuhan. Dan lagi-lagi Tuhan mengabulkan. Buah pauh yang umumnya masam berubah menjadi cita rasa yang cukup enak dimakan. Buah tersebut lebat dan besar-besar dan kulitnya dapat dijadikan piring.

Saat itu mereka dipimpin oleh Rajo Kuek Kuaso yang sakti mandraguna. Dengan sekali kayuh, sampai ke batas hilir Kecamatan Kelayang / Kecamatan Rakit Kulim. Di tempat itu, Rajo Kuek Kuaso memasang sawar untuk menangkap ikan. Ikan yang diambil cukup untuk kenduri. Sawar bekas Rajo Kuek Kuaso tadi sekarang telah menjadi batu dan kampungnya kemudian diberi nama Batu Sawar.

Rajo Kuek Kuaso mengayuh ke hulu, sekali kayuh sampailah dia di muara Batang Peranap, tempat pertemuan Batang Peranap dan Batang Kuantan di Sungai Indragiri. Datuk Kuek Kuaso mengambil buah pauh yang ranap-ranap tadi yang mana daging buahnya cukup banyak untuk dicampur dengan ikan yang didapat untuk bahan kenduri sementara kulitnya cukup untuk menjadi piring. Karena pauhnya ranap-ranap, maka disebutlah Pauh Ranap yang saat ini menjadi nama salah satu desa di Kecamatan Peranap. Lama-lama Pauhranap berubah menjadi Peranap.

Setelah mengumpulkan buah pauh sebagai makanan, ikan sebagai lauk, dan kulit pauh sebagai piringnya, Rajo Kuek Kuaso mengayuh sekali lagi dan sampailah ia di hulu Batang Peranap. Di sana, Rajo Kuek Kuaso membuka tudung saji dan menyajikan semua hidangannya. Dengan demikianlah terlaksanalah kenduri yang dihajatkan mereka. Tempat membuka tudung saji dan menyajikan hidang tersebut sekarang dinamakan Pesajian, salah satu desa di Kecamatan Batang Peranap yang berbatasan langsung dengan Propinsi Jambi dan Propinsi Sumatera Barat, berbatasan dengan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi. Read More..

Minggu, 19 Juli 2009

Kemarau, bermunculan pedagang air

Minggu, 19 Juli 2009 0
Kemarau yang panjang menyebabkan sumur-sumur menjadi kering. Bagi yang berlangganan PAM mungkin tidak terlalu masalah, asalkan PLN masih hidup di siang hari meski beberapa jam saja, air tetap akan mengalir. Tetapi tidak halnya dengan pemilik sumur pribadi.


Menyikapi hal tersebut, para tukang becak di Peranap, Indragiri Hulu, Riau, provinsi yang dipimpin Rusli Zainal sang visioner, yang saat ini omsetnya menurun menyusul penurunan ekonomi nasional justru melihat peluang di baliknya. Banyak kemudian di antara mereka yang menjadi pedagang air dadakan. Dengan harga jual Rp. 5.000,- per galon dan Rp. 25.000,- per drum, jual beli air bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga.
Read More..
 
Peranap. Design by Pocket. Content by Serangge