Tampilkan postingan dengan label sang visioner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sang visioner. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juni 2009

Gubernur Riau pertama pilihan langsung

Minggu, 28 Juni 2009 0
Rusli Zainal sang visioner. Itulah salah satu keyword yang paling banyak muncul di google akhir-akhir ini. Menurut beberapa blogger, kontes ini sebagai representasi kecintaan masyarakat Riau terhadap Rusli Zainal.

Terpilih Jadi Gubernur Riau

Pasangan Rusli Zainal (Mantan Bupati Indragiri Hilir) dan Wan Abubakar (Wakil Ketua DPRD Riau) terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Riau periode 2003-2008 dalam rapat paripurna DPRD Riau, Rabu 22 Oktober 2003, dengan meraih 34 suara dari total 55 suara di DPRD Riau. Sementara saingan utamanya pasangan Saleh Djasit (mantan Gubernur Riau)-Chaidir (Ketua DPRD Riau) hanya mendapat 19 suara.

Pasangan Saleh Djasit-Suryadi Khusaini (Ketua DPD PDIP Riau) mendapatkan dua suara. Pasangan lainnya, Tengku Lukman Jaafar (mantan Sekdaprov) dan Fakhruddin Bakar (mantan Wakapolda Riau) tidak mendapat suara. Kemenangan Rusli Zainal sangat ditentukan peralihan suara anggota F-PDIP yang berjumloah 14 kursi di DPRD itu. Kekalahan pasangan Saleh Djasit-Chaidir yang didukung Fraksi Partai Golkar, Fraksi APB, dan TNI/Polri di luar dugaan banyak orang.

Tanpa terduga Rusli Zainal sang visioner menjadi gubernur riau.

Terpilih Kembali
Pasangan M Rusli Zainal-Raja Mambang Mit (RZ-MM) diusung Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pilgubri 2008. Pasangan tersebut unggul mutlak dari dua pesaingnya, yakni pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) dan pasangan Raja Thamsir Rachman-Taufan Andoso Yakin (Tampan).

Dalam rekapitulasi yang dibacakan anggota KPU Riau selaku pimpinan rapat, dirincikan pasangan CS mendapatkan 390.948 suara (21,18 persen) pasangan RZ-MM 1.069.196 suara (57,48 persen) dan pasnagan Tampan 399.853 suara (21,49 persen). Total suara sah 1.859.997 dan suara rusak 52.436.

Hasil rekapitulasi dengan rincian:

Pekanbaru pasangan CS 57.594 suara, pasangan RZ-MM 117.898 suara, pasangan Tampan 58.235 suara. Total 233.673 dan suara rusak 5.069.

Kampar CS 56,516, RZ-MM 110.619 dan Tampan 58.175 total suara sah 225.310 dan suara tidak sah 5.317.Rokan Hulu, CS (52.651) 73.163, RZ-MM (63.372) 76.456 dan Tampan (12.410) 16.299. Total suara sah (128.433) 165.918 dan suara rusak 3.358.

Rokan Hilir: CS 31.901, RZ-MM 149.201 dan Tampan 27.539. Total Suara sah 208.641 dan suara rusak 3.784. Dumai: CS 17.440, RZ-MM 44.145 dan Tampan 23.119. Total suarah sah 84.704 dan suara rusak 2.659.

Bengkalis: CS 65.467, RZ-MM 118.152 dan Tampan 55.577. Total suara sah 239.196 dan suara rusak 6.804. Siak: CS 25.872, RZ-MM 63.243 dan tampan 22.712. Total suara sah 111.827 dan suara rusak 2.654.

Pelalawan: CS 18.448, RZ-MM 50.717 dan Tampan 15.846. Total suara sah 85.011 dan suara rusak 2.271. Inhil: CS 17.460, RZ-MM 211.081 dan Tampan 32.512. Total suara sah 261.053 dan suara rusak 14.986.

Inhu: CS 11.236, RZ-MM 50.786 dan Tampan 64.109. Total suara sah 126.131 dan suara 3.526. Kuansing: CS 15.906, RZ-MM 76.898 dan Tampan 25.730. Total suara 118.534 dan suara rusak 2.008.
Rusli Zainal sang visioner akhirnya kembali menjadi gubernur riau periode kedua secara mutlak.

Riwayat Hidup
Nama:
Rusli Zainal
Lahir:
Mandah, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, 3 Desember 1957
Agama:
Islam
Jabatan:
Gubernur Riau 2003-2008
Jabatan Sebelumnya:
Bupati Kabupaten Indragiri Hilir 1999-2003
Pendidikan:
S1 Fakultas Ekonomi Universitas Riau
Pekerjaan:
Pimpinan Cabang PT Mohairson Pekanbaru pada 1982
Organisasi:
Wakil Sekretaris KNPI Riau
Ketua Umum Gapensi Riau Read More..

Fadel Muhammad sang visioner

Di saat-saat isu neolib yang berkibar akhir-akhir ini, Fadel Muhammad memiliki alternatif lain, yakni Limited Intervention Government.


Intervensi terbatas yang dilakukan Pemprov Gorontalo berhasil meningkatkan derajat komoditi jagung.


Lawan dari Neoliberal yang memberikan sebebasnya pasar adalah dengan intervensi terbatas atau limited intervention government. Selama ini Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad sudah memberikan pelajaran berharga soal bagaimana pemerintah melakukan intervensi meski dalam wilayah terbatas di Provinsi Gorontalo.

“Meski hanya dalam tataran sebuah daerah kecil dan baru Gubernur sudah memberikan bukti dan ternyata berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat, dan yang terpenting lagi masyarakat bisa berpendapatan dan menghidupi dirinya sendiri tanpa harus dibantu lagi dengan berbagai bantuan Pemerintah,” ungkap Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Prof. Dr. Winarni Monoarfa, MS.

Yang dilakukan oleh Gorontalo selama ini, tambahnya, adalah dengan melakukan intervensi terbatas terhadap kebijakan Pemerintah Pusat yang dinilai menghambat pertumbuhan daerah.

Gubernur menilai kebijakan Pusat banyak yang tidak pro rakyat atau pro daerah untuk berkembang dan maju. Dulu Gorontalo dilarang ekspor jagung karena waktu itu Indonesia masih sibuk mengimpor jagung. Padahal daerah ini sudah bisa menghasilkan jagung dengan kualitas dan kuantitas yang jauh lebih dari negara lain.

Selain itu soal larangan lain seperti ekspor sapi, beras dan komoditi lainnya ke luar negeri, pun dirasakan sebagai himpitan yang mendesak Gorontalo untuk melakukan intervensi terbatas. Contoh intervensi terbatas yang dilakukan di Gorontalo yakni, penetapan harga dasar jagung untuk membantu petani agar tetap sejahtera saat harga jagung fluktuatif atau tak stabil.

Sumber Facebook: Fadel Muhammad

Siapa Fadel Muhammad?
Dr. Ir. H. Fadel Muhammad lahir di Ternate pada 20 Mei 1952. Sejak 10 Desember 2001, ia terpilih sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo.

Melalui Pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia terpilih kembali sebagai Gubernur Gorontalo dengan memperoleh 81 persen suara. Nilai ini merupakan nilai tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis, sehingga dibukukan dalam Rekor MURI sebagai “Rekor Pemilihan Suara Tertinggi di Indonesia untuk Pemilihan Gubernur”.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 73/P/2006 yang berlaku mulai 28 Desember 2006, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mensahkannya menjadi Gubernur Gorontalo untuk masa kerja 2006-2011.

Pada 17 Januari 2007, atau sehari setelah pencanangan “Gerakan Peningkatan Produksi Padi Nasional 2 Juta Ton”, Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma’ruf melantiknya sebagai Gubernur Gorontalo bersama Wakil Gubernur Gorontalo Ir. Hi Gusnar Ismail MM untuk periode kedua. Proses pelantikan dilaksanakan di Gedung DPRD, Botu (Gorontalo) dan disiarkan secara nasional melalui siaran TVRI.

Bersama Wakil Gubernur Ir. Hi Gusnar Ismail MM, ia sukses memimpin Gorontalo sejak 2001-2006.

Fadel sebelumnya adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia juga Ketua DPD I Golkar di Gorontalo. Setelah bercerai dengan istri pertamanya, ia menikah dengan Hasanah binti Thahir Shahab.

Fadel meraih gelar Insinyur dari Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978. Saat sedang menempuh pendidikan di ITB, ia pernah mendapatkan tawaran beasiswa untuk belajar di Institut Teknologi California, namun tawaran tersebut ditolaknya. Ia pernah bergabung dengan Menwa ITB.

Ia adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya. Selain itu, ia pernah menjadi salah seorang pemegang saham Bank Intan yang kemudian dilikuidasi. Saat ini Fadel juga adalah Ketua Umum Pengurus Dewan Jagung Nasional.

Sumber:fadelmuhammad.org

Riwayat Hidup
Nama: Fadel Muhammad
Tempat, tanggal lahir: Ternate, 20 Mei 1952

Website:

fadelmuhammad.org
www.facebook.com/pages/fadel-muhammad/47904286195
Pendidikan:
* Fakultas Teknik Industri, Departemen Teknik Fisika ITB, (1978).
* Doktor Ilmu Administrasi Negara (predikat Cum Laude), Universitas Gadjah Mada (2007).
* Kursus-kursus Manajemen dan Leadership baik di dalam maupun di luar negeri.

Pengalaman kerja/usaha:
Dunia Usaha:
President dan Chairman dari beberapa perusahaan lokal dan joint ventures dengan perusahaan international sejak tahun 1985.
Profesi:
Anggota Dewan Pertimbangan KADIN INDONESIA sejak 2003
Pendidikan:
* Dosen untuk mata kuliah Seminar Kewirausahaan di FE Univesitas Trisakti Jakarta (1998 – 2000).
* Mengajar pada program Doktor di Universitas Negeri Makasar untuk mata kuliah Manajemen Adminitrasi Publik dan Birokrasi (2007 – 2008).
* Memberikan ceramah/kuliah umum pada berbagai Program Pasca Sarjana di sejumlah universitas untuk topik Kewirausahaan dan New Public Management.
Pemerintahan:
* Gubernur Provinsi Gorontalo (periode 2001 – 2011).
* Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (periode 2003 – 2007).
* Ketua Dewan Jagung Indonesia (periode 2004 - ).
Legislatif:
* Anggota MPR-RI sejak 1992-2004.
Politik:
* Pengurus Inti DPP Partai Golkar sejak 1989 – 2004.
* Ketua DPD Partai Golkar periode 2005 – 2010.

Atas sumbangsih yang beliau dedikasikan kepada masyarakat–baik nasional maupun internasional–sejumlah penghargaan telah dianugerahkan kepada beliau antar lain:
* UPAKARTI oleh Presiden RI (1989), atas jasa dalam membina industri kecil dalam bidang permesinan.
* SATYALANCANA PEMBANGUNAN oleh Presiden RI (1990), atas jasa-jasa yang besar dalam bidang pembangunan.
* MEDALI KARYA TEKNIK UNGGUL oleh Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia (PATI) (1990), atas jasa dalam pengembangan teknologi di Indonesia.
* LEE KUAN YEW FELLOWSHIP AWARD oleh Pemerintah Singapura (1994) atas jasa di bidang kerjasama dalam meningkatkan hubungan persahabatan kedua negara.

Selama menjabat sebagai Gubernur Gorontalo periode 2001-2007, ada 34 penghargaan yang diperoleh, diantaranya :
* PENGHARGAAN KETAHANAN PANGAN TINGKAT NASIONAL Tahun 2004-2006 (Piala Abadi).
* PIAGAM PENGHARGAAN “CITRA PELOPOR INOVASI PELAYANAN PRIMA” atas keberhasilannya sebagai Pelopor Invoasi Pelayanan Prima dalam rangka Kepemerintahan Yang Baik, oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, pada 22 Desember, 2006 dihadapan Presiden RI di Istana Negara, Jakarta.
* PENGHARGAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI atas Pencapaian Menuju Tertib Administrasi Keuangan pada tahun 2005, oleh Ketua BPK RI dihadapan Presiden RI pada 9 Januari, 2007 di Jakarta.
* SATYALANCANA PEMBANGUNAN dari Presiden RI Pada 7 Juli, 2007, di Banyuasin, Palembang.
* SATYALANCANA PEMBANGUNAN dari Presiden RI pada 17 Agustus, 2007 di Kantor Menteri Dalam Negeri Jakarta.
* PENGHARGAAN PRAKARSA PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA Tahun 2007 atas prakarsa pemerintah dan seluruh masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam Pembangunan Manusia Indonesia yang dideklarasikan tahun 2006 oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI pada 17 Desember, 2007 di Jakarta.
* RTTI (REGIONAL TRADE TOURISM INVESTMENT) AWARD dari Dewan Perwakilan Daerah RI atas prestasi mengembangkan iklim investasi yang bersahabat dengan dunia usaha dan masyarakat pariwisata pada 26 Mei 2008 di Jakarta.

Sumber: fadelmuhammad.org

Doktor Honoris Causa
Disertasi yang diberi judul "Signifikasi Manajemen Kewirausahaan Terhadap Kinerja Daerah, Studi Kasus Gorontalo". Dalam disertasinya Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad mengidentifikasi signifikasi per kapasitas manajemen kewirausahaan (KMK) terhadap tingkat kerja pemerintah daerah.

Acara disertasi dihadiri beberapa tokoh dan gubernur seperti mantan Gubernur DKI Sutiyoso, Akbar Tandjung, Ketua DPD RI, Ginanjar Kartasasmita, Gubernur Lemhanas Prof. Dr Muladi. Tampak juga hadir Gubernur Sulawesi Tengah, Gubernur Banten, dan Gubernur Irian Jaya Barat diantara ribuan tamu yang hadir.

Sementara itu, dalam disertasinya yang mengambil studi kasus di Provinsi Gorontalo. Fadel mengatakan, agar bisa maju dan berkembang perlu ada perubahan mindset di lingkungan pemerintahan daerah. Menurut Fadel, saat awal menjadi Gubernur ia langsung berinisiatif mengubah kultur birokrasi menjadi wirausahaan. "Pegawai juga tidak hanya menunggu perintah, tapi harus berinisiatif dan bermotivasi untuk bisa memajukan daerah,"kata Fadel. Selain mengubah kultur, untuk menjadikan Gorontalo seperti saat ini ada beberapa langkah yang harus dilakukannya.

Pertama, membenahi tata pemerintahan sampai memberikan penghargaan yang lebih pada pegawai. "Selain gaji, saya berikan insentif pendapatan bagi pegawai yang berprestasi. Mereka jadi berlomba-lomba untuk membuat terobosan dan yang penting tidak melanggar aturan. Ukuran saya adalah kinerja aksi dan hasil," jelasnya.

Sementara itu, dalam kinerja pemerintahan daerah, Fadel menyebutkan setidaknya dipengaruhi oleh empat variable. Yaitu, kapasitas manajemen kewirausahaan, budaya organisasi lingkungan makro, dan faktor endownment daerah atau lingkungan mikro.

"Variable yang menentukan secara langsung terbentuknya kinerja pemerintah daerah adalah kapasitas manajemen kewirausahaan dan faktor budaya organisasi. Sementara itu, saya melihat variable yang mempengaruhi kapasitas manajemen kewirausahaan adalah faktor budaya organisasi dan endownment daerah," ujar Fadel. Lebih lanjut, Fadel menjelaskan, peran pemerintah pusat pada daerah yang telah mempunyai budaya kewirausahaan ternyata tidak signifikan. Bahkan, rakyat justru memilih menggunakan kebijakan daerah untuk membangun daerahnya sendiri.

"Selain itu, ada empat yang harus dilibatkan dalam pembangunan suatu daerah yakni dukungan DPRD, pers, perguruan tinggi, dan tokoh adat setempat," timpal Fadel. Setelah menjalani ujian sekitar 1,5 jam, akhirnya Fadel dinyatakan lulus.

sumber: kabarindonesia.com

Fadel Muhammad sang visioner
Melihat dari kinerja sang gubernur, pantaslah jika Fadel Muhammad dikatakan sang visioner. Dalam membangun Gorontalo, Fadel Muhammad telah memperlihatkan visinya, yakni pemerintahan berbasiskan kewirausahaan. Dalam menanggapi neolib, Fadel Muhammad tidak ikut-ikutan berkata ekonomi kerakyatan, namun punya solusi lain yakni limited intervention government. Read More..

Sabtu, 20 Juni 2009

Pembangunan kelistrikan di Riau masih parah

Sabtu, 20 Juni 2009 0
Pagi tadi listrik mati. Kemaren juga. Nanti malam juga. Besok juga.

Itulah gambaran energi Riau. Padahal energi merupakan hal vital dalam era informasi sekarang ini. Akses informasi tidak dapat dicapai tanpa adanya energi.

Listrik juga dapat menghemat energi. Penggunaan dispenser untuk memanaskan air, penggunaan rice cooker untuk memasak nasi dapat mengurangi kebutuhan BBM masyarakat. Sebaliknya apabila listrik mati, masyarakat akan membutuhkan bahan bakar untuk kebutuhan generator. Semakin sering listrik mati, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan.

Problem mendasar masyarakat Riau tersebut sampai saat sekarang belum nampak terpecahkan. Usaha-usaha dari Rusli Zainal sang visioner untuk mewujudkannya belum terlihat nyata. Read More..

Ada apa di balik kontes Rusli Zainal sang visioner

Kenapa ada kontes Rusli Zainal sang visioner? Kenapa kontesnya diadakan sekarang di saat lagi hangat-hangatnya membicarakan pasangan capres/cawapres. Kenapa diadakan menjelang pilpres yang sebentar lagi akan datang?

Pesanan atau sukarela
Kontes Rusli Zainal sang visioner ini berhadiah total Rp. 13.700.000,-dengan rincian sebagai berikut :
Juara 1 : Rp. 6.000.000
Juara 2 : Rp. 3.000.000
Juara 3 : Rp. 2.000.000
Juara 4 : Rp. 500.000
Juara 5 : Rp. 500.000
Juara 6 : Rp. 500.000
Juara 7 : Rp. 300.000
Juara 8 : Rp. 300.000
Juara 9 : Rp. 300.000
Juara 10: Rp. 300.000

Jumlah angka yang cukup lumayan. Apakah mungkin dari kantong blogger bertuah sendiri? Mungkin ya, mungkin tidak.

Kalau dananya dari blogger bertuah, apakah motivasinya? Kontes ini akan meningkatkan link ke blogger bertuah, setidak-tidaknya pada bagian pendaftaran. Kontes Rusli Zainal sang visioner ini juga meningkatkan trafik ke blogger bertuah. Inilah keuntungannya.

Dana hadiah untuk kontes Rusli Zainal sang visioner tersebut cukup besar. Oleh karenanya ada kemungkinan kontes ini adalah kontes pesanan. Kenapa kontes ini dipesan, apakah tujuannya? Mempromosikan Rusli Zainal, tentu saja. Dan kenapa dipromosikan? ---- Berlanjut ----

1. Rusli Zainal sang visioner
2. Ada apa di balik kontes Rusli Zainal sang Visioner? Read More..

rusli zainal sang visioner

Sukses mendapat dukungan dari blogger menginspirasi banyak pemimpin nasional untuk berpublikasi di dunia maya. Salah satunya adalah Rusli Zainal, gubernur pertama yang dipilih rakyat Riau secara langsung. Rusli Zainal langsung meluncurkan program kompetisi blog Riau Zainal sang visioner.

Kompetisi ini sebenarnya tidak adil, karena memperlakukan semua blog sama. Tentu saja, dalam urutan 10 blog yang teratas nantinya, blogger-blogger kelas kakap akan sulit dilawan, karena jaringan pendukung yang mereka miliki sangat luas. Oleh karenanya, seyogyanya kompetisi Riau Zainal sang visioner dibagi sekurang-kurangnya tiga kelas: kelas bebas, kelas pemula dan kelas Riau.

Benarkah Rusli Zainal visioner?
Benarkah Rusli Zainal visioner? Pertanyaan itu perlu saya ajukan, karena sebagai blogger yang menulis berdasarkan hati nurani saya, saya tidak ingin ikut-ikutan menulis, sekedar mengharapkan hadiah yang belum tentu saya dapatkan. Saya adalah seorang blogger yang lahir karena paksaan. Kenapa terpaksa? Karena mirc yang dulunya pernah menghiasi kehidupan saya, sudah terasa ketinggalan zaman. Pembuatan web-web, yang pernah menjadi hobi, dan sekaligus sumber penghasilan, tidak lagi saya lakukan. Dan bermain game online, tidak sempat lagi saya lakukan, di samping pertimbangan speed, waktu, juga biaya. Sama seperti demam yang baru-baru ini dimulai, facebooking.

Kompetisi seo, Riau Zainal sang visioner ini saya ketahui secara tidak sengaja. Dan namanya kompetisi pasti menarik, terlepas dari adanya hadiah atau tidak. Seseorang yang menggemari game seperti saya, menganggap ini adalah satu game yang fantastik.

Visioner berkaitan dengan visi. Visi adalah keadaan di masa datang yang diharapkan. Oleh karenanya, visi dapat kita sederhanakan sebagai cita-cita. Cita-cita dimiliki oleh semua orang, dengan demikian visi pun dimiliki oleh setiap orang yang normal. Tetapi kita tidak dapat mengatakan bahwa semua orang itu visioner. Oleh karenanya visioner tidak hanya sekedar memiliki visi. Visioner lebih dari itu. Seorang yang visioner adalah seorang yang teguh memperjuangkan visinya. Bahkan sanggup mengorbankan segalanya demi merealisasikannya. Seorang visioner cenderung melawan arus. Seorang visioner siap kalau harus berbeda pendapat dengan masyarakat umum. Oleh karenanya, sangat jarang seorang visioner dapat diterima. Hanya satu dari seribulah yang bisa. Dan karenanya, ketika seorang visioner mendapat kesempatan, namanya selalu dikenang, dan menjadi pro kontra.

Sebagai studi kasus kita dapat melihat Fadel Muhammad dan Sutiyoso. Dua orang gubernur ini dianggap pembawa perubahan bagi daerahnya. Fadel Muhammad dikenal dengan visinya yakni konsep enterpreneur. Keberhasilan penerapan manajemen pemerintahan berbasis enterpreneur inilah yang mengantar Fadel menjadi doktor di Universitas Gajah Mada tanpa melalui jenjang S2.

Sutiyoso memiliki visi yang kuat untuk mengembangkan Jakarta sebagai kota modern dan tertib. Untuk penerapan visinya tersebut, Sutiyoso tidak jarang melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak populis. Membangun Islamic Center di bekas pusat pelacuran misalnya. Pembangunan metroway, dan segudang kebijakan lain yang kalau disorot akan mengesankan Sutiyoso tidak pro rakyat. Tetapi Sutiyoso sebagai pemimpin yang visioner sanggup mengambil resiko itu.

Bagaimana dengan Rusli Zainal? Sampai saat ini, saya sebagai warga Riau, belum mendengar adanya gebrakan-gebrakan seperti itu. Jalan pemerintahan masih terasa datar dan tidak lebih sekedar melanjutkan administrasi pemerintahan yang lalu.

Dukungan kepada perubahan
Salah satu ciri lain dari pemimpin visioner adalah dukungannya yang sangat kuat kepada pribadi atau kelompok yang menurutnya sejalan dengan visinya. Saat ini, Indonesia sedang dalam proses pemilihan presiden. Ada beberapa orang calon presiden yang bertarung di sini.

Dari 3 pasangan capres/cawapres ini kita dapat melihat siapa yang visioner dan siapa yang tidak.

Prabowo Subianto terkenal dengan ide-idenya tentang ekonomi pertanian atau yang selanjutnya dikatakan ekonomi kerakyatan. Visi yang sangat jelas yang paling menonjol dari Prabowo adalah penolakannya terhadap utang luar negeri. Prabowo menganjurkan agar mereskedul utang luar negeri. Bagaimana tanggapan Rusli Zainal? Sampai saat ini, tidak terlihat bahwa dia mendukung Prabowo Subianto. Mungkin visi Rusli berbeda dengan Prabowo.

JK-Wiranto dikenal dengan pasangan yang menginginkan kemandirian bangsa. Kemandirian bangsa menurut pasangan dapat dibangun dengan memberikan kesempatan kepada putra terbaik bangsa untuk membangun fasilitas-fasilitas penting dengan teknolog dan manajemen sendiri, mengembangkan industri alutsista sendiri, mengembangkan kelompok enterpreneur muda yang akan menjadi sumber investor dalam negeri di masa datang, tidak hanya mengandalkan investor luar negeri, mengembangkan ekonomi ril tidak sekedar ekonomi moneter. Rusli Zainal pun tidak terlihat dukungan nyatanya kepada pasangan ini.

SBY-Budiono dikenal sebagai pasangan populis. Sebagai pemimpin, SBY dinilai jauh dari nilai-nilai visioner. SBY adalah calon presiden yang suka menjaga image (jaim). SBY termasuk 999 di antara 1000 pemimpin yang tidak visioner. Sebagaimana yang saya katakan, bahwa hanya 1 dari 1000 pemimpin visioner yang mendapatkan kesempatan merealisasikan visinya, pemimpin jaim (populis) justru mendapat dukungan dari masyarakat karena pemimpin populis cenderung mengikuti kehendak masyarakat, oleh karenanya ketika berkuasa, program-programnya cenderung program yang didukung massa luas. Oleh karenanya, pemimpin populis cenderung lebih disukai daripada pemimpin visioner. Pemimpin visioner adalah pemimpin yang membentuk kebijakan yang akan didukung masyarakat, pemimpin populis adalah pemimpin yang melakukan kebijakan yang pasti didukung masyarakat. Pemimpin visioner ingin masyarakat mengikutinya, pemimpin populis mengikuti arus masyarakat. Pemimpin visioner membuat perubahan, pemimpin populis takut mengambil resiko. Rusli Zainal pun belum jelas dukungannya ke SBY.

Berarti kita tidak bisa melihat ke-visioner-an dari dukungannya dari kandidat sekarang. ---- berlanjut ---- Read More..
 
Peranap. Design by Pocket. Content by Serangge