Tampilkan posting dengan label isu. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label isu. Tampilkan semua posting

Sabtu, 20 Juni 2009

Pembangunan kelistrikan di Riau masih parah

Sabtu, 20 Juni 2009 0
Pagi tadi listrik mati. Kemaren juga. Nanti malam juga. Besok juga.

Itulah gambaran energi Riau. Padahal energi merupakan hal vital dalam era informasi sekarang ini. Akses informasi tidak dapat dicapai tanpa adanya energi.

Listrik juga dapat menghemat energi. Penggunaan dispenser untuk memanaskan air, penggunaan rice cooker untuk memasak nasi dapat mengurangi kebutuhan BBM masyarakat. Sebaliknya apabila listrik mati, masyarakat akan membutuhkan bahan bakar untuk kebutuhan generator. Semakin sering listrik mati, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan.

Problem mendasar masyarakat Riau tersebut sampai saat sekarang belum nampak terpecahkan. Usaha-usaha dari Rusli Zainal sang visioner untuk mewujudkannya belum terlihat nyata. Read More..

K3I, sebuah tinjauan

Rusli Zainal, yang dikatakan sang visioner mempopulerkan satu program yang populer dengan nama K3I. K3I singkatan dari Kemiskinan, Kebodohan dan Kelemahan Infrastruktur. Menurut Rusli, ketertinggalan Riau adalah karena tiga faktor ini. Oleh karenanya, prioritas utama pemerintahannya dikenal sebagai program K3I. Pantaskah Rusli Zainal disebut Rusli Zainal sang visioner karena pandangan ini?

Kebodohan
Menurut Rusli Zainal, salah satu penyebab rendahnya kesejahteraan masyarakat Riau adalah karena kebodohan. Standar kebodohan yang dipakai adalah rendahnya tingkat pendidikan. Untuk itu, prioritas pembangunan salah satunya adalah pendidikan. Prioritas ini penting. Harus diakui. Saya sependapat.

Rendahnya pendidikan ini ditandai dengan kurangnya masyarakat S1. Selama kepemimpinan Rusli Zainal sang visioner lembaga-lembaga pendidikan dibangun. Jenjang S1 bahkan telah sampai ke tingkat-tingkat kecamatan. Sedikit banyaknya, ada perubahan berpikir masyarakat karena perubahan tingkat pendidikan ini.

Tetapi ada masalah :
1. Terlalu mementingkan kuantitas.
Banyak sarjana S1 yang lahir melalui program-program ini mengakui bahwa kualitas mereka rendah. Nilai yang didapatkan secara umum adalah nilai siluman. Sarjana-sarjana dadakan ini pun menyadari, kemampuan filosofis mereka, yang merupakan inti dari kesarjanaan itu sendiri kosong. Kuliah yang diikuti tidak lebih seperti SMA tingkat lanjut. Jangankan membuat makalah, membuat premis singkat saja sampai saat ini mereka kesusahan. Oleh karenanya, susah mengharapkan mereka tampil sebagai inovator-inovator baru, karena kesarjanaan yang mereka dapatkan hanya kesarjanaan formal.

Banyaknya intervensi sarjana-sarjana formalitas ini, menimbulkan apriori masyarakat terhadap sarjana. Sarjana bukan lagi istimewa. Tetapi masyarakat menyadari, kesarjanaan bagi anak mereka adalah wajib.

2. Kemiskinan
Bagaimana program Rusli Zainal sang visioner dalam mengatasi kemiskinan? Salah satu program yang menonjol adalah kebun rakyat, sapi rakyat dan UEK-SP. Program-program seperti itu bagus dan Rusli Zainal sudah mendapatkan apresiasi terhadap program UEK-SPnya. Tetapi secara umum, masyarakat miskin di Riau masih banyak dan cenderung bertambah.

3. Kelemahan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur adalah salah satu kunci untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara umum, infrastruktur di Riau masih lemah. PLN masih belum menjangkau masyarakat dan kualitas yang terpasang pun rendah. Prasarana transportasi masih lemah.

Program K3i patut diacungkan jempol dan untuk itu bisalah dinominasikan Rusli Zainal sang visioner. Tetapi bagaimana kenyataannya, akan saya ulas lebih lanjut.

Web directories Read More..
 
Peranap. Design by Pocket. Content by Serangge