Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Sunday, February 19, 2017

Hubungan Baturijal dengan Kalimantan Barat

Baturijal saat ini telah memiliki 3 administrasi pemerintahan yakni Baturijal Hilir, Baturijal Hulu dan Baturijal Barat. Nama Baturijal sangat erat dengan perkembangan agama Islam, tetapi fakta sejarah tersebut jarang diungkap.

Wednesday, July 6, 2016

Buah-buah langka di peranap

Perkembangan ekonomi telah menyebabkan hilangnya hutan di peranap. Akibatnya, banyak buah-buahan yang hilang dan bahkan namanya saja sudah hampir tidak pernah disebut.

Sunday, June 15, 2014

Kampung Tongah muncul di situs kemdikbud

Banyak yang sudah tidak peduli dengan cerita dan sejarah, karena menurut orang zaman sekarang “sejarah dan cerita” tersebut “dak mandatang’an bogheh”. Barulah, kalau ada sengketa tanah atau wilaya, sejarah dan tombo baru diungkit.

Friday, November 29, 2013

Wilayah dan Sistem Adat Semelinang

Bagian B dari Hutan Ulayat Semelinang Babu

Wilayah kekuasaan salah satu datuk di Tiga Rantau Indragiri yakni Orang Kaya Setia Kumara tergambar dalam peta berikut:

Thursday, November 28, 2013

Hutan Ulayat Semelinang Babu

A. Sejarah Masyarakat Adat Semelinang

Undang-Undang Kesultanan Indragiri yang mulai dikonsep pada masa Sultan Alauddin Iskandar Syah Johan gelar Nara Singa II, Raja Keritang ke-IV Raja Indragiri ke-I (1508-1532) yang disempurnakan oleh Sultan Hasan Salahuddinsyah Sultan Indragiri ke-13 (1735-1765) menyebutkan struktur Kesultanan Indragiri sebagai berikut:

Wednesday, October 13, 2010

Dongeng asal usul buah badaro di Peranap

Tahukah anda buah bidaro? Buah bidaro adalah sejenis lengkeng kecil yang hanya terdapat di Peranap dan sekitarnya, yakni dari muara Batang Peranap hingga perbatasan bagian hilir Kecamatan Kelayang dan Rakit Kulim. Pernah dicoba ditanam ditempat lain seperti Rengat dan Pekanbaru, tetapi hanya tumbuh, tidak mau berbuah.

Saturday, October 9, 2010

Asal Usul Nama Peranap

Pada zaman dahulu, nenek moyang Peranap tiba di Peranap menjumpai tanah rawa yang sulit dihuni oleh manusia. Oleh karenanya, mereka berdoa kepada dewata agar rawa tersebut dikeringkan. Ternyata, doa mereka dikabulkan.