Sunday, June 28, 2009

Fadel Muhammad sang visioner

Di saat-saat isu neolib yang berkibar akhir-akhir ini, Fadel Muhammad memiliki alternatif lain, yakni Limited Intervention Government.

Profil Riwayat Penghargaan

Intervensi terbatas yang dilakukan Pemprov Gorontalo berhasil meningkatkan derajat komoditi jagung.


Lawan dari Neoliberal yang memberikan sebebasnya pasar adalah dengan intervensi terbatas atau limited intervention government. Selama ini Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad sudah memberikan pelajaran berharga soal bagaimana pemerintah melakukan intervensi meski dalam wilayah terbatas di Provinsi Gorontalo.

“Meski hanya dalam tataran sebuah daerah kecil dan baru Gubernur sudah memberikan bukti dan ternyata berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat, dan yang terpenting lagi masyarakat bisa berpendapatan dan menghidupi dirinya sendiri tanpa harus dibantu lagi dengan berbagai bantuan Pemerintah,” ungkap Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Prof. Dr. Winarni Monoarfa, MS.

Yang dilakukan oleh Gorontalo selama ini, tambahnya, adalah dengan melakukan intervensi terbatas terhadap kebijakan Pemerintah Pusat yang dinilai menghambat pertumbuhan daerah.

Gubernur menilai kebijakan Pusat banyak yang tidak pro rakyat atau pro daerah untuk berkembang dan maju. Dulu Gorontalo dilarang ekspor jagung karena waktu itu Indonesia masih sibuk mengimpor jagung. Padahal daerah ini sudah bisa menghasilkan jagung dengan kualitas dan kuantitas yang jauh lebih dari negara lain.

Selain itu soal larangan lain seperti ekspor sapi, beras dan komoditi lainnya ke luar negeri, pun dirasakan sebagai himpitan yang mendesak Gorontalo untuk melakukan intervensi terbatas. Contoh intervensi terbatas yang dilakukan di Gorontalo yakni, penetapan harga dasar jagung untuk membantu petani agar tetap sejahtera saat harga jagung fluktuatif atau tak stabil.

Sumber Facebook: Fadel Muhammad
Atas
Siapa Fadel Muhammad?
Dr. Ir. H. Fadel Muhammad lahir di Ternate pada 20 Mei 1952. Sejak 10 Desember 2001, ia terpilih sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo.

Melalui Pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia terpilih kembali sebagai Gubernur Gorontalo dengan memperoleh 81 persen suara. Nilai ini merupakan nilai tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis, sehingga dibukukan dalam Rekor MURI sebagai “Rekor Pemilihan Suara Tertinggi di Indonesia untuk Pemilihan Gubernur”.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 73/P/2006 yang berlaku mulai 28 Desember 2006, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mensahkannya menjadi Gubernur Gorontalo untuk masa kerja 2006-2011.

Pada 17 Januari 2007, atau sehari setelah pencanangan “Gerakan Peningkatan Produksi Padi Nasional 2 Juta Ton”, Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma’ruf melantiknya sebagai Gubernur Gorontalo bersama Wakil Gubernur Gorontalo Ir. Hi Gusnar Ismail MM untuk periode kedua. Proses pelantikan dilaksanakan di Gedung DPRD, Botu (Gorontalo) dan disiarkan secara nasional melalui siaran TVRI.

Bersama Wakil Gubernur Ir. Hi Gusnar Ismail MM, ia sukses memimpin Gorontalo sejak 2001-2006.

Fadel sebelumnya adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia juga Ketua DPD I Golkar di Gorontalo. Setelah bercerai dengan istri pertamanya, ia menikah dengan Hasanah binti Thahir Shahab.

Fadel meraih gelar Insinyur dari Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978. Saat sedang menempuh pendidikan di ITB, ia pernah mendapatkan tawaran beasiswa untuk belajar di Institut Teknologi California, namun tawaran tersebut ditolaknya. Ia pernah bergabung dengan Menwa ITB.

Ia adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya. Selain itu, ia pernah menjadi salah seorang pemegang saham Bank Intan yang kemudian dilikuidasi. Saat ini Fadel juga adalah Ketua Umum Pengurus Dewan Jagung Nasional.

Sumber:fadelmuhammad.org
Atas
Riwayat Hidup
Nama: Fadel Muhammad
Tempat, tanggal lahir: Ternate, 20 Mei 1952

Website:

fadelmuhammad.org
www.facebook.com/pages/fadel-muhammad/47904286195
Pendidikan:
* Fakultas Teknik Industri, Departemen Teknik Fisika ITB, (1978).
* Doktor Ilmu Administrasi Negara (predikat Cum Laude), Universitas Gadjah Mada (2007).
* Kursus-kursus Manajemen dan Leadership baik di dalam maupun di luar negeri.

Pengalaman kerja/usaha:
Dunia Usaha:
President dan Chairman dari beberapa perusahaan lokal dan joint ventures dengan perusahaan international sejak tahun 1985.
Profesi:
Anggota Dewan Pertimbangan KADIN INDONESIA sejak 2003
Pendidikan:
* Dosen untuk mata kuliah Seminar Kewirausahaan di FE Univesitas Trisakti Jakarta (1998 – 2000).
* Mengajar pada program Doktor di Universitas Negeri Makasar untuk mata kuliah Manajemen Adminitrasi Publik dan Birokrasi (2007 – 2008).
* Memberikan ceramah/kuliah umum pada berbagai Program Pasca Sarjana di sejumlah universitas untuk topik Kewirausahaan dan New Public Management.
Pemerintahan:
* Gubernur Provinsi Gorontalo (periode 2001 – 2011).
* Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (periode 2003 – 2007).
* Ketua Dewan Jagung Indonesia (periode 2004 - ).
Legislatif:
* Anggota MPR-RI sejak 1992-2004.
Politik:
* Pengurus Inti DPP Partai Golkar sejak 1989 – 2004.
* Ketua DPD Partai Golkar periode 2005 – 2010.

Atas sumbangsih yang beliau dedikasikan kepada masyarakat–baik nasional maupun internasional–sejumlah penghargaan telah dianugerahkan kepada beliau antar lain:
* UPAKARTI oleh Presiden RI (1989), atas jasa dalam membina industri kecil dalam bidang permesinan.
* SATYALANCANA PEMBANGUNAN oleh Presiden RI (1990), atas jasa-jasa yang besar dalam bidang pembangunan.
* MEDALI KARYA TEKNIK UNGGUL oleh Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia (PATI) (1990), atas jasa dalam pengembangan teknologi di Indonesia.
* LEE KUAN YEW FELLOWSHIP AWARD oleh Pemerintah Singapura (1994) atas jasa di bidang kerjasama dalam meningkatkan hubungan persahabatan kedua negara.

Selama menjabat sebagai Gubernur Gorontalo periode 2001-2007, ada 34 penghargaan yang diperoleh, diantaranya :
* PENGHARGAAN KETAHANAN PANGAN TINGKAT NASIONAL Tahun 2004-2006 (Piala Abadi).
* PIAGAM PENGHARGAAN “CITRA PELOPOR INOVASI PELAYANAN PRIMA” atas keberhasilannya sebagai Pelopor Invoasi Pelayanan Prima dalam rangka Kepemerintahan Yang Baik, oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, pada 22 Desember, 2006 dihadapan Presiden RI di Istana Negara, Jakarta.
* PENGHARGAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI atas Pencapaian Menuju Tertib Administrasi Keuangan pada tahun 2005, oleh Ketua BPK RI dihadapan Presiden RI pada 9 Januari, 2007 di Jakarta.
* SATYALANCANA PEMBANGUNAN dari Presiden RI Pada 7 Juli, 2007, di Banyuasin, Palembang.
* SATYALANCANA PEMBANGUNAN dari Presiden RI pada 17 Agustus, 2007 di Kantor Menteri Dalam Negeri Jakarta.
* PENGHARGAAN PRAKARSA PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA Tahun 2007 atas prakarsa pemerintah dan seluruh masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam Pembangunan Manusia Indonesia yang dideklarasikan tahun 2006 oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI pada 17 Desember, 2007 di Jakarta.
* RTTI (REGIONAL TRADE TOURISM INVESTMENT) AWARD dari Dewan Perwakilan Daerah RI atas prestasi mengembangkan iklim investasi yang bersahabat dengan dunia usaha dan masyarakat pariwisata pada 26 Mei 2008 di Jakarta.

Sumber: fadelmuhammad.org
Atas
Doktor Honoris Causa
Disertasi yang diberi judul "Signifikasi Manajemen Kewirausahaan Terhadap Kinerja Daerah, Studi Kasus Gorontalo". Dalam disertasinya Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad mengidentifikasi signifikasi per kapasitas manajemen kewirausahaan (KMK) terhadap tingkat kerja pemerintah daerah.

Acara disertasi dihadiri beberapa tokoh dan gubernur seperti mantan Gubernur DKI Sutiyoso, Akbar Tandjung, Ketua DPD RI, Ginanjar Kartasasmita, Gubernur Lemhanas Prof. Dr Muladi. Tampak juga hadir Gubernur Sulawesi Tengah, Gubernur Banten, dan Gubernur Irian Jaya Barat diantara ribuan tamu yang hadir.

Sementara itu, dalam disertasinya yang mengambil studi kasus di Provinsi Gorontalo. Fadel mengatakan, agar bisa maju dan berkembang perlu ada perubahan mindset di lingkungan pemerintahan daerah. Menurut Fadel, saat awal menjadi Gubernur ia langsung berinisiatif mengubah kultur birokrasi menjadi wirausahaan. "Pegawai juga tidak hanya menunggu perintah, tapi harus berinisiatif dan bermotivasi untuk bisa memajukan daerah,"kata Fadel. Selain mengubah kultur, untuk menjadikan Gorontalo seperti saat ini ada beberapa langkah yang harus dilakukannya.

Pertama, membenahi tata pemerintahan sampai memberikan penghargaan yang lebih pada pegawai. "Selain gaji, saya berikan insentif pendapatan bagi pegawai yang berprestasi. Mereka jadi berlomba-lomba untuk membuat terobosan dan yang penting tidak melanggar aturan. Ukuran saya adalah kinerja aksi dan hasil," jelasnya.

Sementara itu, dalam kinerja pemerintahan daerah, Fadel menyebutkan setidaknya dipengaruhi oleh empat variable. Yaitu, kapasitas manajemen kewirausahaan, budaya organisasi lingkungan makro, dan faktor endownment daerah atau lingkungan mikro.

"Variable yang menentukan secara langsung terbentuknya kinerja pemerintah daerah adalah kapasitas manajemen kewirausahaan dan faktor budaya organisasi. Sementara itu, saya melihat variable yang mempengaruhi kapasitas manajemen kewirausahaan adalah faktor budaya organisasi dan endownment daerah," ujar Fadel. Lebih lanjut, Fadel menjelaskan, peran pemerintah pusat pada daerah yang telah mempunyai budaya kewirausahaan ternyata tidak signifikan. Bahkan, rakyat justru memilih menggunakan kebijakan daerah untuk membangun daerahnya sendiri.

"Selain itu, ada empat yang harus dilibatkan dalam pembangunan suatu daerah yakni dukungan DPRD, pers, perguruan tinggi, dan tokoh adat setempat," timpal Fadel. Setelah menjalani ujian sekitar 1,5 jam, akhirnya Fadel dinyatakan lulus.

sumber: kabarindonesia.com

Fadel Muhammad sang visioner
Melihat dari kinerja sang gubernur, pantaslah jika Fadel Muhammad dikatakan sang visioner. Dalam membangun Gorontalo, Fadel Muhammad telah memperlihatkan visinya, yakni pemerintahan berbasiskan kewirausahaan. Dalam menanggapi neolib, Fadel Muhammad tidak ikut-ikutan berkata ekonomi kerakyatan, namun punya solusi lain yakni limited intervention government.Atas

No comments:

Post a Comment