Tampilkan postingan dengan label rusli zainal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rusli zainal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2012

Akhir Karir Gubernur Ganteng

Kamis, 19 April 2012 0

Rusli Zainal, gubernur Riau putra daerah asli yang pertama kali berhasil menjabat dua periode sebentar lagi akan mengakhiri tugasnya. Tetapi ada sedikit riak menjelang akhir jabatan. Jumat, 13 April 2012 Rusli Zainal dicekal.

Read More..

Minggu, 28 Juni 2009

Gubernur Riau pertama pilihan langsung

Minggu, 28 Juni 2009 0
Rusli Zainal sang visioner. Itulah salah satu keyword yang paling banyak muncul di google akhir-akhir ini. Menurut beberapa blogger, kontes ini sebagai representasi kecintaan masyarakat Riau terhadap Rusli Zainal.

Terpilih Jadi Gubernur Riau

Pasangan Rusli Zainal (Mantan Bupati Indragiri Hilir) dan Wan Abubakar (Wakil Ketua DPRD Riau) terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Riau periode 2003-2008 dalam rapat paripurna DPRD Riau, Rabu 22 Oktober 2003, dengan meraih 34 suara dari total 55 suara di DPRD Riau. Sementara saingan utamanya pasangan Saleh Djasit (mantan Gubernur Riau)-Chaidir (Ketua DPRD Riau) hanya mendapat 19 suara.

Pasangan Saleh Djasit-Suryadi Khusaini (Ketua DPD PDIP Riau) mendapatkan dua suara. Pasangan lainnya, Tengku Lukman Jaafar (mantan Sekdaprov) dan Fakhruddin Bakar (mantan Wakapolda Riau) tidak mendapat suara. Kemenangan Rusli Zainal sangat ditentukan peralihan suara anggota F-PDIP yang berjumloah 14 kursi di DPRD itu. Kekalahan pasangan Saleh Djasit-Chaidir yang didukung Fraksi Partai Golkar, Fraksi APB, dan TNI/Polri di luar dugaan banyak orang.

Tanpa terduga Rusli Zainal sang visioner menjadi gubernur riau.

Terpilih Kembali
Pasangan M Rusli Zainal-Raja Mambang Mit (RZ-MM) diusung Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pilgubri 2008. Pasangan tersebut unggul mutlak dari dua pesaingnya, yakni pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) dan pasangan Raja Thamsir Rachman-Taufan Andoso Yakin (Tampan).

Dalam rekapitulasi yang dibacakan anggota KPU Riau selaku pimpinan rapat, dirincikan pasangan CS mendapatkan 390.948 suara (21,18 persen) pasangan RZ-MM 1.069.196 suara (57,48 persen) dan pasnagan Tampan 399.853 suara (21,49 persen). Total suara sah 1.859.997 dan suara rusak 52.436.

Hasil rekapitulasi dengan rincian:

Pekanbaru pasangan CS 57.594 suara, pasangan RZ-MM 117.898 suara, pasangan Tampan 58.235 suara. Total 233.673 dan suara rusak 5.069.

Kampar CS 56,516, RZ-MM 110.619 dan Tampan 58.175 total suara sah 225.310 dan suara tidak sah 5.317.Rokan Hulu, CS (52.651) 73.163, RZ-MM (63.372) 76.456 dan Tampan (12.410) 16.299. Total suara sah (128.433) 165.918 dan suara rusak 3.358.

Rokan Hilir: CS 31.901, RZ-MM 149.201 dan Tampan 27.539. Total Suara sah 208.641 dan suara rusak 3.784. Dumai: CS 17.440, RZ-MM 44.145 dan Tampan 23.119. Total suarah sah 84.704 dan suara rusak 2.659.

Bengkalis: CS 65.467, RZ-MM 118.152 dan Tampan 55.577. Total suara sah 239.196 dan suara rusak 6.804. Siak: CS 25.872, RZ-MM 63.243 dan tampan 22.712. Total suara sah 111.827 dan suara rusak 2.654.

Pelalawan: CS 18.448, RZ-MM 50.717 dan Tampan 15.846. Total suara sah 85.011 dan suara rusak 2.271. Inhil: CS 17.460, RZ-MM 211.081 dan Tampan 32.512. Total suara sah 261.053 dan suara rusak 14.986.

Inhu: CS 11.236, RZ-MM 50.786 dan Tampan 64.109. Total suara sah 126.131 dan suara 3.526. Kuansing: CS 15.906, RZ-MM 76.898 dan Tampan 25.730. Total suara 118.534 dan suara rusak 2.008.
Rusli Zainal sang visioner akhirnya kembali menjadi gubernur riau periode kedua secara mutlak.

Riwayat Hidup
Nama:
Rusli Zainal
Lahir:
Mandah, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, 3 Desember 1957
Agama:
Islam
Jabatan:
Gubernur Riau 2003-2008
Jabatan Sebelumnya:
Bupati Kabupaten Indragiri Hilir 1999-2003
Pendidikan:
S1 Fakultas Ekonomi Universitas Riau
Pekerjaan:
Pimpinan Cabang PT Mohairson Pekanbaru pada 1982
Organisasi:
Wakil Sekretaris KNPI Riau
Ketua Umum Gapensi Riau Read More..

Selasa, 23 Juni 2009

Penyediaan lapangan, suatu tantangan

Selasa, 23 Juni 2009 0
Suatu tantangan yang masih belum bisa diselesaikan oleh Rusli Zainal sang visioner adalah penyediaan lapangan kerja. Rusli Zainal sang visioner masih harus menyediakan lapangan kerja bagi eks karyawan Tripatra. Problem baru muncul lagi, yakni ancaman PHK PT. RAPP dan PT. Indah Kiat sehubungan dengan berkurangnya bahan baku industri.

Langkanya kesempatan kerja terlihat dari membludaknya pendaftaran PNS, pendaftaran tenaga kerja honor, pendaftaran bursa kerja dan sebagainya. Banyak sarjana yang akhirnya memilih pekerjaan yang tidak menentu semisal guru honor komite tanpa gaji, surveyor, salesman dan berbagai pekerjaan lain yang tidak terbayangkan oleh mereka sewaktu kuliah. Read More..

Sabtu, 20 Juni 2009

Pembangunan kelistrikan di Riau masih parah

Sabtu, 20 Juni 2009 0
Pagi tadi listrik mati. Kemaren juga. Nanti malam juga. Besok juga.

Itulah gambaran energi Riau. Padahal energi merupakan hal vital dalam era informasi sekarang ini. Akses informasi tidak dapat dicapai tanpa adanya energi.

Listrik juga dapat menghemat energi. Penggunaan dispenser untuk memanaskan air, penggunaan rice cooker untuk memasak nasi dapat mengurangi kebutuhan BBM masyarakat. Sebaliknya apabila listrik mati, masyarakat akan membutuhkan bahan bakar untuk kebutuhan generator. Semakin sering listrik mati, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan.

Problem mendasar masyarakat Riau tersebut sampai saat sekarang belum nampak terpecahkan. Usaha-usaha dari Rusli Zainal sang visioner untuk mewujudkannya belum terlihat nyata. Read More..

Kemiskinan di Riau

Masyarakat Riau selalu berbangga bahwa daerahnya merupakan salah satu daerah terkaya di Indonesia. Namun ironinya, masyarakatnya miskin-miskin. Pameo ini diagung-agungkan di Riau. Kambing hitamnya adalah pemerintah pusat. Pemerintah pusat dianggap tidak adil dan semena-mena di Riau.

Rusli Zainal sang visioner (?) sangat menyadari hal ini. Oleh karenanya, salah satu program yang dibangga-banggakannya adalah K3I yang salah satu Knya adalah kemiskinan.

Program-program ini di lapangan berupa berbagai bantuan kepada masyarakat yakni sapi rakyat, kebun rakyat dan UEK-SP. Bagaimana pelaksanaannya di lapangan?

Tiga Golongan Rakyat
Ada tiga golongan rakyat:
1. Cacat fisik
2. Cacat motivasi
3. Memiliki fisik dan motivasi yang normal

Orang yang memiliki cacat fisik hanya sedikit di antara mereka yang bisa berkompetisi dengan manusia normal. Cacat fisik dapat terjadi akibat bawaan dari lahir dan musibah/kecelakaan.

Orang yang cacat motivasi sangat sulit dibina. Mereka adalah yang bawaan dari lahir, yakni memiliki inteligensi yang rendah. Kurang inteligensi karena kurang gizi sewaktu balita. Dibesarkan pada lingkungan negatif. Serta yang tidak kalah pentingnya adalah pengalaman hidup yang terlalu pahit.

Berbagai program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah dari zaman Soeharto dulu, cenderung gagal karena ditujukan kepada orang yang cacat motivasi. Ketika mendapatkan bantuan sapi inpres misalnya, sapi tersebut langsung dijual. Diberi lahan transmigrasi, lahan dijual. Dan sebagainya. Demikian pula program sapi rakyat dan kebun rakyat. Menurut informasi, banyak masyarakat penerima program sapi rakyat yang tidak mau merawat sapi tersebut. Inilah yang paling diperhatikan oleh Rusli Zainal sang visioner (?) agar program tersebut menyentuh sasaran.

Orang-orang yang normal fisik dan memiliki motivasi memiliki dua ragam cita-cita dalam hidup. Ada yang cita-citanya ingin memiliki jabatan yang setinggi-tingginya, ada yang ingin memiliki usaha yang sebesar-besarnya. Inilah dua jenis manusia, termasuk di Riau.

Riau semenjak pemerintahan SBY mengalami kerugian yang besar akibat penertiban ilegal logging. Peluang kerja, baik pada ilegal loging yang umumnya diusahakan rakyat maupun pada perusahaan legal menjadi berkurang. Salah satu problem besar dalam ketenagakerjaan yang dihadapi Rusli Zainal sang visioner (?) adalah ancaman PHK massal oleh PT. RAPP, perusahaan yang banyak menampung tenaga kerja di Riau.

SOeharto adalah tokoh yang lihai menyiasati problem pengangguran. Ada dua cara yang ditempuhnya, yakni pembentukan badan-badan pemerintah baru yang sekaligus memperbanyak penerimaan CPNS dan pengembangan industri padat karya. Rusli Zainal menempuh cara pertama untuk menampung angkatan kerja terutama dari kalangan sarjana yang banyak menganggur di Riau. Penampungan tersebut dilakukan melalui program pendampingan dan perekrutan tenaga guru bantu. Rekrutmen tersebut memang belum dapat menampung keseluruhan tenaga terdidik Riau yang bahkan berasal dari universitas terkemuka di Indonesia seperti UGM, USU dan IPB. Banyak sarjana-sarjana ini yang lebih dari dua tahun, hanya berkutat di pendaftaran PNS, tenaga kontrak daerah. Ada yang kemudian banting stir melamar menjadi guru honor dengan gaji tidak menentu atau menjadi surveyor, salesman dan broker asuransi. Profesi yang tentu saja tidak sesuai dengan hati nurani mereka. Rusli Zainal sang visioner (?) telah berusaha untuk mengatasi ini, tetapi masih perlu ditingkatkan. Read More..

K3I, sebuah tinjauan

Rusli Zainal, yang dikatakan sang visioner mempopulerkan satu program yang populer dengan nama K3I. K3I singkatan dari Kemiskinan, Kebodohan dan Kelemahan Infrastruktur. Menurut Rusli, ketertinggalan Riau adalah karena tiga faktor ini. Oleh karenanya, prioritas utama pemerintahannya dikenal sebagai program K3I. Pantaskah Rusli Zainal disebut Rusli Zainal sang visioner karena pandangan ini?

Kebodohan
Menurut Rusli Zainal, salah satu penyebab rendahnya kesejahteraan masyarakat Riau adalah karena kebodohan. Standar kebodohan yang dipakai adalah rendahnya tingkat pendidikan. Untuk itu, prioritas pembangunan salah satunya adalah pendidikan. Prioritas ini penting. Harus diakui. Saya sependapat.

Rendahnya pendidikan ini ditandai dengan kurangnya masyarakat S1. Selama kepemimpinan Rusli Zainal sang visioner lembaga-lembaga pendidikan dibangun. Jenjang S1 bahkan telah sampai ke tingkat-tingkat kecamatan. Sedikit banyaknya, ada perubahan berpikir masyarakat karena perubahan tingkat pendidikan ini.

Tetapi ada masalah :
1. Terlalu mementingkan kuantitas.
Banyak sarjana S1 yang lahir melalui program-program ini mengakui bahwa kualitas mereka rendah. Nilai yang didapatkan secara umum adalah nilai siluman. Sarjana-sarjana dadakan ini pun menyadari, kemampuan filosofis mereka, yang merupakan inti dari kesarjanaan itu sendiri kosong. Kuliah yang diikuti tidak lebih seperti SMA tingkat lanjut. Jangankan membuat makalah, membuat premis singkat saja sampai saat ini mereka kesusahan. Oleh karenanya, susah mengharapkan mereka tampil sebagai inovator-inovator baru, karena kesarjanaan yang mereka dapatkan hanya kesarjanaan formal.

Banyaknya intervensi sarjana-sarjana formalitas ini, menimbulkan apriori masyarakat terhadap sarjana. Sarjana bukan lagi istimewa. Tetapi masyarakat menyadari, kesarjanaan bagi anak mereka adalah wajib.

2. Kemiskinan
Bagaimana program Rusli Zainal sang visioner dalam mengatasi kemiskinan? Salah satu program yang menonjol adalah kebun rakyat, sapi rakyat dan UEK-SP. Program-program seperti itu bagus dan Rusli Zainal sudah mendapatkan apresiasi terhadap program UEK-SPnya. Tetapi secara umum, masyarakat miskin di Riau masih banyak dan cenderung bertambah.

3. Kelemahan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur adalah salah satu kunci untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara umum, infrastruktur di Riau masih lemah. PLN masih belum menjangkau masyarakat dan kualitas yang terpasang pun rendah. Prasarana transportasi masih lemah.

Program K3i patut diacungkan jempol dan untuk itu bisalah dinominasikan Rusli Zainal sang visioner. Tetapi bagaimana kenyataannya, akan saya ulas lebih lanjut.

Web directories Read More..

Ada apa di balik kontes Rusli Zainal sang visioner

Kenapa ada kontes Rusli Zainal sang visioner? Kenapa kontesnya diadakan sekarang di saat lagi hangat-hangatnya membicarakan pasangan capres/cawapres. Kenapa diadakan menjelang pilpres yang sebentar lagi akan datang?

Pesanan atau sukarela
Kontes Rusli Zainal sang visioner ini berhadiah total Rp. 13.700.000,-dengan rincian sebagai berikut :
Juara 1 : Rp. 6.000.000
Juara 2 : Rp. 3.000.000
Juara 3 : Rp. 2.000.000
Juara 4 : Rp. 500.000
Juara 5 : Rp. 500.000
Juara 6 : Rp. 500.000
Juara 7 : Rp. 300.000
Juara 8 : Rp. 300.000
Juara 9 : Rp. 300.000
Juara 10: Rp. 300.000

Jumlah angka yang cukup lumayan. Apakah mungkin dari kantong blogger bertuah sendiri? Mungkin ya, mungkin tidak.

Kalau dananya dari blogger bertuah, apakah motivasinya? Kontes ini akan meningkatkan link ke blogger bertuah, setidak-tidaknya pada bagian pendaftaran. Kontes Rusli Zainal sang visioner ini juga meningkatkan trafik ke blogger bertuah. Inilah keuntungannya.

Dana hadiah untuk kontes Rusli Zainal sang visioner tersebut cukup besar. Oleh karenanya ada kemungkinan kontes ini adalah kontes pesanan. Kenapa kontes ini dipesan, apakah tujuannya? Mempromosikan Rusli Zainal, tentu saja. Dan kenapa dipromosikan? ---- Berlanjut ----

1. Rusli Zainal sang visioner
2. Ada apa di balik kontes Rusli Zainal sang Visioner? Read More..

rusli zainal sang visioner

Sukses mendapat dukungan dari blogger menginspirasi banyak pemimpin nasional untuk berpublikasi di dunia maya. Salah satunya adalah Rusli Zainal, gubernur pertama yang dipilih rakyat Riau secara langsung. Rusli Zainal langsung meluncurkan program kompetisi blog Riau Zainal sang visioner.

Kompetisi ini sebenarnya tidak adil, karena memperlakukan semua blog sama. Tentu saja, dalam urutan 10 blog yang teratas nantinya, blogger-blogger kelas kakap akan sulit dilawan, karena jaringan pendukung yang mereka miliki sangat luas. Oleh karenanya, seyogyanya kompetisi Riau Zainal sang visioner dibagi sekurang-kurangnya tiga kelas: kelas bebas, kelas pemula dan kelas Riau.

Benarkah Rusli Zainal visioner?
Benarkah Rusli Zainal visioner? Pertanyaan itu perlu saya ajukan, karena sebagai blogger yang menulis berdasarkan hati nurani saya, saya tidak ingin ikut-ikutan menulis, sekedar mengharapkan hadiah yang belum tentu saya dapatkan. Saya adalah seorang blogger yang lahir karena paksaan. Kenapa terpaksa? Karena mirc yang dulunya pernah menghiasi kehidupan saya, sudah terasa ketinggalan zaman. Pembuatan web-web, yang pernah menjadi hobi, dan sekaligus sumber penghasilan, tidak lagi saya lakukan. Dan bermain game online, tidak sempat lagi saya lakukan, di samping pertimbangan speed, waktu, juga biaya. Sama seperti demam yang baru-baru ini dimulai, facebooking.

Kompetisi seo, Riau Zainal sang visioner ini saya ketahui secara tidak sengaja. Dan namanya kompetisi pasti menarik, terlepas dari adanya hadiah atau tidak. Seseorang yang menggemari game seperti saya, menganggap ini adalah satu game yang fantastik.

Visioner berkaitan dengan visi. Visi adalah keadaan di masa datang yang diharapkan. Oleh karenanya, visi dapat kita sederhanakan sebagai cita-cita. Cita-cita dimiliki oleh semua orang, dengan demikian visi pun dimiliki oleh setiap orang yang normal. Tetapi kita tidak dapat mengatakan bahwa semua orang itu visioner. Oleh karenanya visioner tidak hanya sekedar memiliki visi. Visioner lebih dari itu. Seorang yang visioner adalah seorang yang teguh memperjuangkan visinya. Bahkan sanggup mengorbankan segalanya demi merealisasikannya. Seorang visioner cenderung melawan arus. Seorang visioner siap kalau harus berbeda pendapat dengan masyarakat umum. Oleh karenanya, sangat jarang seorang visioner dapat diterima. Hanya satu dari seribulah yang bisa. Dan karenanya, ketika seorang visioner mendapat kesempatan, namanya selalu dikenang, dan menjadi pro kontra.

Sebagai studi kasus kita dapat melihat Fadel Muhammad dan Sutiyoso. Dua orang gubernur ini dianggap pembawa perubahan bagi daerahnya. Fadel Muhammad dikenal dengan visinya yakni konsep enterpreneur. Keberhasilan penerapan manajemen pemerintahan berbasis enterpreneur inilah yang mengantar Fadel menjadi doktor di Universitas Gajah Mada tanpa melalui jenjang S2.

Sutiyoso memiliki visi yang kuat untuk mengembangkan Jakarta sebagai kota modern dan tertib. Untuk penerapan visinya tersebut, Sutiyoso tidak jarang melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak populis. Membangun Islamic Center di bekas pusat pelacuran misalnya. Pembangunan metroway, dan segudang kebijakan lain yang kalau disorot akan mengesankan Sutiyoso tidak pro rakyat. Tetapi Sutiyoso sebagai pemimpin yang visioner sanggup mengambil resiko itu.

Bagaimana dengan Rusli Zainal? Sampai saat ini, saya sebagai warga Riau, belum mendengar adanya gebrakan-gebrakan seperti itu. Jalan pemerintahan masih terasa datar dan tidak lebih sekedar melanjutkan administrasi pemerintahan yang lalu.

Dukungan kepada perubahan
Salah satu ciri lain dari pemimpin visioner adalah dukungannya yang sangat kuat kepada pribadi atau kelompok yang menurutnya sejalan dengan visinya. Saat ini, Indonesia sedang dalam proses pemilihan presiden. Ada beberapa orang calon presiden yang bertarung di sini.

Dari 3 pasangan capres/cawapres ini kita dapat melihat siapa yang visioner dan siapa yang tidak.

Prabowo Subianto terkenal dengan ide-idenya tentang ekonomi pertanian atau yang selanjutnya dikatakan ekonomi kerakyatan. Visi yang sangat jelas yang paling menonjol dari Prabowo adalah penolakannya terhadap utang luar negeri. Prabowo menganjurkan agar mereskedul utang luar negeri. Bagaimana tanggapan Rusli Zainal? Sampai saat ini, tidak terlihat bahwa dia mendukung Prabowo Subianto. Mungkin visi Rusli berbeda dengan Prabowo.

JK-Wiranto dikenal dengan pasangan yang menginginkan kemandirian bangsa. Kemandirian bangsa menurut pasangan dapat dibangun dengan memberikan kesempatan kepada putra terbaik bangsa untuk membangun fasilitas-fasilitas penting dengan teknolog dan manajemen sendiri, mengembangkan industri alutsista sendiri, mengembangkan kelompok enterpreneur muda yang akan menjadi sumber investor dalam negeri di masa datang, tidak hanya mengandalkan investor luar negeri, mengembangkan ekonomi ril tidak sekedar ekonomi moneter. Rusli Zainal pun tidak terlihat dukungan nyatanya kepada pasangan ini.

SBY-Budiono dikenal sebagai pasangan populis. Sebagai pemimpin, SBY dinilai jauh dari nilai-nilai visioner. SBY adalah calon presiden yang suka menjaga image (jaim). SBY termasuk 999 di antara 1000 pemimpin yang tidak visioner. Sebagaimana yang saya katakan, bahwa hanya 1 dari 1000 pemimpin visioner yang mendapatkan kesempatan merealisasikan visinya, pemimpin jaim (populis) justru mendapat dukungan dari masyarakat karena pemimpin populis cenderung mengikuti kehendak masyarakat, oleh karenanya ketika berkuasa, program-programnya cenderung program yang didukung massa luas. Oleh karenanya, pemimpin populis cenderung lebih disukai daripada pemimpin visioner. Pemimpin visioner adalah pemimpin yang membentuk kebijakan yang akan didukung masyarakat, pemimpin populis adalah pemimpin yang melakukan kebijakan yang pasti didukung masyarakat. Pemimpin visioner ingin masyarakat mengikutinya, pemimpin populis mengikuti arus masyarakat. Pemimpin visioner membuat perubahan, pemimpin populis takut mengambil resiko. Rusli Zainal pun belum jelas dukungannya ke SBY.

Berarti kita tidak bisa melihat ke-visioner-an dari dukungannya dari kandidat sekarang. ---- berlanjut ---- Read More..
 
Peranap. Design by Pocket. Content by Serangge