Perkembangan ekonomi telah menyebabkan hilangnya hutan di peranap. Akibatnya, banyak buah-buahan yang hilang dan bahkan namanya saja sudah hampir tidak pernah disebut.
Sipasan jungkal Rengas Sakti
Menjadi satu-satunya perahu dari Indragiri Hulu dalam Festival Jalur Pangean, Kuantan Singingi 5-7 Mei 2015 Rengas Sakti dari Napal Semelinang Tebing Peranap mendapatkan potensi dukungan suporter yang melimpah. Tetapi, harapan tersebut kandas. Rengas Sakti terjungkal oleh Sipasan, perahu andalan tuan rumah.
Perbandingan Jalan Peranap Tebo–Peranap Muara Bungo via Pasir Mayang dengan via Kiliran Jao
Masyarakat Peranap yang ingin ke Jambi dapat menempuh dua jalur yakni via Pasir Mayang dan via Kiliran Jao. Jalan Peranap Pasir Mayang merupakan jalan eks PT. IFA yang merupakan jalan tanah sehingga hanya dapat ditempuh sepeda motor kalau kondisi tidak hujan. Untuk menyeberangi Batang Tebo, sudah ada Jembatan Tebo II di Serai Serumpun Kabupaten Tebo Jambi. Oleh karenanya, masyarakat harus melewati Kiliran Jao yang jalannya lebih bagus dengan waktu tempuh sekitar 6 jam ke Muara Bungo.
Khatib Sulthon Peranap, Larangan dalam Islam adalah menjaga eksisten manusia
Khutbah Jumat di masjid as-Sulthon, Pincuran Mas Kelurahan Peranap, yang dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh kerabat Sultan Muda Peranap, Drs.H.T.Mukhtaruddin dan keluarga ini, dibuka oleh khatib dengan menyampaikan bahwa larangan-larangan dalam agama Islam pada dasarnya adalah untuk menjaga eksistensi manusia itu sendiri.
Rakaat Tarawih yang umum di Peranap 23 rakaat
Sebenarnya shalat tarawih hanya merupakan shalat sunnat. Oleh karenanya, isu mengenai shalat tarawih seharusnya tidak esensial, apalagi sebagai pengganti shalat malam, shalat tarawih sebenarnya dapat dilakukan sesuai kemampuan. Bahkan, ada ahli yang menyebutkan bahwa shalat tarawih justeru lebih afdal dilakukan sendirian daripada berjamaah. Berjamaah menurut riwayat, merupakan teladan dari Saidina Umar r.a. Bagaimana jumlah rakaat tarawih di Peranap?





