Sabtu, 20 Juni 2009

rusli zainal sang visioner

Sabtu, 20 Juni 2009
Sukses mendapat dukungan dari blogger menginspirasi banyak pemimpin nasional untuk berpublikasi di dunia maya. Salah satunya adalah Rusli Zainal, gubernur pertama yang dipilih rakyat Riau secara langsung. Rusli Zainal langsung meluncurkan program kompetisi blog Riau Zainal sang visioner.

Kompetisi ini sebenarnya tidak adil, karena memperlakukan semua blog sama. Tentu saja, dalam urutan 10 blog yang teratas nantinya, blogger-blogger kelas kakap akan sulit dilawan, karena jaringan pendukung yang mereka miliki sangat luas. Oleh karenanya, seyogyanya kompetisi Riau Zainal sang visioner dibagi sekurang-kurangnya tiga kelas: kelas bebas, kelas pemula dan kelas Riau.

Benarkah Rusli Zainal visioner?
Benarkah Rusli Zainal visioner? Pertanyaan itu perlu saya ajukan, karena sebagai blogger yang menulis berdasarkan hati nurani saya, saya tidak ingin ikut-ikutan menulis, sekedar mengharapkan hadiah yang belum tentu saya dapatkan. Saya adalah seorang blogger yang lahir karena paksaan. Kenapa terpaksa? Karena mirc yang dulunya pernah menghiasi kehidupan saya, sudah terasa ketinggalan zaman. Pembuatan web-web, yang pernah menjadi hobi, dan sekaligus sumber penghasilan, tidak lagi saya lakukan. Dan bermain game online, tidak sempat lagi saya lakukan, di samping pertimbangan speed, waktu, juga biaya. Sama seperti demam yang baru-baru ini dimulai, facebooking.

Kompetisi seo, Riau Zainal sang visioner ini saya ketahui secara tidak sengaja. Dan namanya kompetisi pasti menarik, terlepas dari adanya hadiah atau tidak. Seseorang yang menggemari game seperti saya, menganggap ini adalah satu game yang fantastik.

Visioner berkaitan dengan visi. Visi adalah keadaan di masa datang yang diharapkan. Oleh karenanya, visi dapat kita sederhanakan sebagai cita-cita. Cita-cita dimiliki oleh semua orang, dengan demikian visi pun dimiliki oleh setiap orang yang normal. Tetapi kita tidak dapat mengatakan bahwa semua orang itu visioner. Oleh karenanya visioner tidak hanya sekedar memiliki visi. Visioner lebih dari itu. Seorang yang visioner adalah seorang yang teguh memperjuangkan visinya. Bahkan sanggup mengorbankan segalanya demi merealisasikannya. Seorang visioner cenderung melawan arus. Seorang visioner siap kalau harus berbeda pendapat dengan masyarakat umum. Oleh karenanya, sangat jarang seorang visioner dapat diterima. Hanya satu dari seribulah yang bisa. Dan karenanya, ketika seorang visioner mendapat kesempatan, namanya selalu dikenang, dan menjadi pro kontra.

Sebagai studi kasus kita dapat melihat Fadel Muhammad dan Sutiyoso. Dua orang gubernur ini dianggap pembawa perubahan bagi daerahnya. Fadel Muhammad dikenal dengan visinya yakni konsep enterpreneur. Keberhasilan penerapan manajemen pemerintahan berbasis enterpreneur inilah yang mengantar Fadel menjadi doktor di Universitas Gajah Mada tanpa melalui jenjang S2.

Sutiyoso memiliki visi yang kuat untuk mengembangkan Jakarta sebagai kota modern dan tertib. Untuk penerapan visinya tersebut, Sutiyoso tidak jarang melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak populis. Membangun Islamic Center di bekas pusat pelacuran misalnya. Pembangunan metroway, dan segudang kebijakan lain yang kalau disorot akan mengesankan Sutiyoso tidak pro rakyat. Tetapi Sutiyoso sebagai pemimpin yang visioner sanggup mengambil resiko itu.

Bagaimana dengan Rusli Zainal? Sampai saat ini, saya sebagai warga Riau, belum mendengar adanya gebrakan-gebrakan seperti itu. Jalan pemerintahan masih terasa datar dan tidak lebih sekedar melanjutkan administrasi pemerintahan yang lalu.

Dukungan kepada perubahan
Salah satu ciri lain dari pemimpin visioner adalah dukungannya yang sangat kuat kepada pribadi atau kelompok yang menurutnya sejalan dengan visinya. Saat ini, Indonesia sedang dalam proses pemilihan presiden. Ada beberapa orang calon presiden yang bertarung di sini.

Dari 3 pasangan capres/cawapres ini kita dapat melihat siapa yang visioner dan siapa yang tidak.

Prabowo Subianto terkenal dengan ide-idenya tentang ekonomi pertanian atau yang selanjutnya dikatakan ekonomi kerakyatan. Visi yang sangat jelas yang paling menonjol dari Prabowo adalah penolakannya terhadap utang luar negeri. Prabowo menganjurkan agar mereskedul utang luar negeri. Bagaimana tanggapan Rusli Zainal? Sampai saat ini, tidak terlihat bahwa dia mendukung Prabowo Subianto. Mungkin visi Rusli berbeda dengan Prabowo.

JK-Wiranto dikenal dengan pasangan yang menginginkan kemandirian bangsa. Kemandirian bangsa menurut pasangan dapat dibangun dengan memberikan kesempatan kepada putra terbaik bangsa untuk membangun fasilitas-fasilitas penting dengan teknolog dan manajemen sendiri, mengembangkan industri alutsista sendiri, mengembangkan kelompok enterpreneur muda yang akan menjadi sumber investor dalam negeri di masa datang, tidak hanya mengandalkan investor luar negeri, mengembangkan ekonomi ril tidak sekedar ekonomi moneter. Rusli Zainal pun tidak terlihat dukungan nyatanya kepada pasangan ini.

SBY-Budiono dikenal sebagai pasangan populis. Sebagai pemimpin, SBY dinilai jauh dari nilai-nilai visioner. SBY adalah calon presiden yang suka menjaga image (jaim). SBY termasuk 999 di antara 1000 pemimpin yang tidak visioner. Sebagaimana yang saya katakan, bahwa hanya 1 dari 1000 pemimpin visioner yang mendapatkan kesempatan merealisasikan visinya, pemimpin jaim (populis) justru mendapat dukungan dari masyarakat karena pemimpin populis cenderung mengikuti kehendak masyarakat, oleh karenanya ketika berkuasa, program-programnya cenderung program yang didukung massa luas. Oleh karenanya, pemimpin populis cenderung lebih disukai daripada pemimpin visioner. Pemimpin visioner adalah pemimpin yang membentuk kebijakan yang akan didukung masyarakat, pemimpin populis adalah pemimpin yang melakukan kebijakan yang pasti didukung masyarakat. Pemimpin visioner ingin masyarakat mengikutinya, pemimpin populis mengikuti arus masyarakat. Pemimpin visioner membuat perubahan, pemimpin populis takut mengambil resiko. Rusli Zainal pun belum jelas dukungannya ke SBY.

Berarti kita tidak bisa melihat ke-visioner-an dari dukungannya dari kandidat sekarang. ---- berlanjut ----

Contributor blog: Ghobro

Bookmark and Share

Posting terkait:



0 komentar:

Posting Komentar

 
Peranap. Design by Pocket. Content by Serangge